Postingan

Kimia Medisinal 15

Secara umum eliminasi obat terjadi pada ginjal dan hati yang sering dikenal dengan istilah klirens total yang merupakan jumlah dari klirens ginjal (renalis) dan hati (hepatik). Selama proses penemuan dan pengembangan obat baru, banyak kandidat obat yang menjanjikan namun gagal karena adanya toksisitas dan ketidakefisienan yang tidak dapat diterima selama proses penyerapan, distribusi, metabolisme dan proses ekskresi obat. Sehingga banya entitas senyawa baru yang didiskualifikasi lebih awal pada fase penemuan obat. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan suatu metode yang dapat mengidentifikasi toksisitas dan sifat obat pada proses ADME selama pencarian awal untuk penentuan prioritas kandidat obat. Dengan demikian proses penemuan dan pengembangan obat lebih menguntungkan https://youtu.be/N9hb8-FWbQQ

Kimia Medisinal 13

Kelarutan merupakan salah satu parameter penting untuk mencapai konsentrasi obat yang diinginkan dalam sirkulasi sistemik untuk mencapai kebutuhan respon farmakologis. Kelarutan yang rendah adalah masalah utama yang dihadapi pada pengembangan obat baru. Suatu zat yang memiliki kelarutan rendah akan lebih lambat diserap, menyebabkan rendahnya bioavabilitas obat dalam tubuh dan juga akan mempengaruhi efek farmakologinya. Terdapat senyawa baru yang dikembangkan di industri farmasi praktis tidak  larut air. Oleh karena itu zat aktif yang memiliki kelarutan rendah dibutuhkan suatu modifikasi agar pengobatan pasien menjadi lebih efisien, tetapi tetap dengan harga yang ekonomis, contohnya untuk obat yang memiliki kelarutan rendah dibuat dalam modifikasi kristal menggunakan teknik kokristalisasi. Produk teknik kokristalisasi disebut  kokristal yang terdiri dari dua komponen, yakni zat aktif dan koformer (pembentuk kokristal) yang pada umumnya berada pada posisi netral  https://yo...

Kimia Medisinal 11

Metabolisme sangat penting dalam tubuh karena dapat menyederhanakan senyawa obat dan zat lain yang tidak dibutuhkan lagi agar dapat diekskresikan. Begitu juga dengan Metformin. Ternyata metformin ketika dikombinasi dengan obat herbal dalam proses metabolisme dapat berjalan normal dan tidak ada interaksi https://youtu.be/0VayKZ13I2E

Kimia Medisinal 9

Pra-obat adalah sediaan yang awalnya tidak memiliki khasiat tertentu tetapi ketika sudah melewati beberapa proses di dalam tubuh dan bereaksi dengan enzim, akan mengalami perubahan struktur kimia. Perubahan inilah yang akan merubah khasiat obat bagi tubuh. Contohnya adalah sulindac yang akan mengalami proses reduksi dan oksidasi sehingga dapat menjadi khasiat baru bagi tubuh. Link YouTube Sulindac

Kimia Medisinal 6

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang dirasakan seseorang ketika mengalami dengue antara lain: 1. Demam tinggi mencapai 40 derajat 2. Nyeri kepala berat 3. Nyeri pada sendi dan otot Senyawa turunan quercetin dinilai mampu mengatasi dengue. Ciri-ciri DBD sembuh di fase pemulihan: Kondisi tubuh terasa lebih bugar. Urine yang keluar sudah normal atau cukup banyak dibandingkan saat sakit. Nafsu makan mulai meningkat. https://youtu.be/29T45jC8qv0

Kimia Medisinal 4

Omeprazole merupakan sediaan BCS kelas II, yang artinya omeprazole sifat kelarutan yang rendah. Untuk menangani permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan ko-kristalisasi. Ko-kirstal ini dapat memperbaiki sifat fisikokimia suatu sediaan obat tanpa menggubah efek farmakologi obat tersebut. Ko-kristal ini akan membentuk ikatan non kovalen, seperti ikatan hidrogen. https://youtu.be/QAClhxS_roA

Kimia Medisinal 2

Obat akan mengalami proses absorbsi, distribusi, metabolisme dan eliminasi. Metabolisme obat merupakan proses perubahan struktur kimia obat. Dimana obat yang bersifat lipofilik akan diubah menjadi larut dalam air. Metabolisme obat tersebut dapat terjadi pada ginjal, saluran cerna, paru-paru dan yang paling banyak terdapat pada hati. Berikuti link YouTube materi pertemuan ke-2 mengenai "Metabolisme Obat Pada Hati" https://youtu.be/lIgc19U42-k